Wednesday, December 15, 2010
Obrolan BBM Part 03 (Pakaian Cinta)
Pukul lima sore lebih, sang anak laki-laki mengetuk pintu rumah. Tak lama kemudian anak mantu berlari untuk membuka pintu dengan bertelanjang bulat. Seketika sang ibu terhenyak dan menegurnya. Dengan tenang anak mantu menjawab,"Ibuku sayang...ini adalah pakaian cinta kami" seraya menunjukkan tubuhnya yang molek.
Benar saja, tanpa menghiraukan kehadiran sang ibu, anak laki-lakinya langsung membawa sang istri ke kamar dan bergumul hebat. Saking kesal, sang ibu pun langsung pulang tanpa berpamitan.
Esok harinya, di kamar rumahnya sang Ibu mematut-matut diri di cermin sambil telanjang bulat. Tak lama kemudian sang suami datang mengetuk pintu. Selintas langsung terpikir untuk meniru kelakukan sang anak dan anak mantu kemarin. Ia pun segera membuka pintu dengan tetap bertelanjang bulat.
Sang suami sangat teperanjat melihat kondisi istrinya dan seketika berkata, "kamu ini apa-apan Bu? Kok telanjang begini?" Dengan tenang dan agak sedikit genit, ia pun menjawab, "ini baju cinta lho Pah....."
Sang suami terheran dan sedikit mengernyitkan dahi lantas berkata, "Iya dech baju cinta....tapi mbok ya diseterika dulu....."
Monday, December 13, 2010
Obrolan BBM Part 02 (Suzuki)
As the class start, the teacher says, "Let's start with a small quiz in American History. Who said 'Freedom or death?"
Suddenly silence and only Suzuki raises her hand and says, "Patrick Henry, 1775, in Philadephia."
"Very good Suzuki. And who said, ' The nation is it's people and as such can never die?"
Suzuki raises his hand again, "Abraham Lincoln, 1863, Washington."
The teacher looks at her students and says, "Shame on you. Suzuki is a Japanese and know American history better than you."
A silent voice from the back of the class, "Go f*ck yourself, sh*tty Japanese...."
"Who said that!?", yells the teacher.
Suzuki raises his hand and says, "General MacArthur 1942 Guadalcanalu, and Lee Iacocca 1982 at Chrysler management board meeting, Detroit."
The class is in silence and again hear a silent voice, "suck my c*ck!!!"
The teacher is furious, "I've had enough. Who said that?"
Suzuki, "Bill Clinton to Monica Levinsky, Oval Office, 1997 in Washington."
Another voice yells, "Suzuki is sh*t!"
Suzuki, "Valentino Rossi in Rio de Janeiro at the Brazil Moto Grand-Prix ini 2002."
The class goes wild, the teacher starts crying, and in walks to the school Principal she said, "What the hell is going on? I'm going to quit!!"
Suzuki, "Sri Mulyani, Ministry of Finance, Jakarta, Indonesia, 2010 when KPK auditors were in her office..."
Obrolan di BBM Part 01 (Poltak vs Sulastri)
Poltak ingin menunjukkan kepada Sulastri betapa motor barunya mampu melaju kencang. Percakapan pun bermula tak lama setelah Poltak menggeber motornya dengan kecepatan tinggi di jalan lingkar luar kota Jogja.
Sulastri (dengan nada protes): "Mas, jangan kesusu...."
Poltak diam saja. Dengan sopan duduknya bergeser maju sedikit ke depan agar tidak terlalu dekat dengan dada Sulastri. Motor tetap saja terus melaju kencang....
Sulastri: " Masss Poltak....jangan kesusu tho..."
Poltak masih diam tapi duduknya makin maju sampai ke tangki motor. Motor tetap melaju dengan kencang.
Sulastri: "Mas ini, mbok jangan kesusuuuu......"
Kali ini Poltak kehilangan kesabaran. Badannya makin maju sampai mepet stang motor. Ia pun menghardik Sulastri, " Bah...!!! Panjang kali susu kauuu Sulastri......"
catatan: kesusu=tergesa-gesa (Jawa)
Friday, December 10, 2010
Nutup Bimtek Kabupaten Garut
Minggu, 5 Desember 2010
Menjelang siang, aku dan keluargaku meluncur bersama Panther Touring kesayanganku menuju kota Garut, sekitar 200 km dari Jakarta. Sabtu itu, aku membawa keluargaku menuju lokasi pelaksanaan Bimbingan Teknis BPHTB dan PBB kerja sama antara kantorku dengan Pemda Kabupaten Garut di kawasan wisata Cipanas, Garut.
Keinginan yang sudah lama terpendam untuk bisa mengunjungi kawasan wisata tersebut akhirnya datang juga. Sekali menyelam......tenggelam....glekkk....hehehe. Sebenarnya, acara penutupan bimtek tersebut adalah hari Minggu. Namun karena kami ingin sekalian berekreasi, jadilah kami meluncur hari Sabtu itu.
Perjalanan menuju Garut lancar-lancar saja. Toll Cikunir, Cikampek, dan Cipularang di hari itu nampak tidak terlalu padat. Kepadatan jalan justru terjadi saat kam baru saja lepas dari pintu toll keluar Cileunyi. Ada pasar tumpah rupanya. Kemacetan hanya beberapa ratus meter saja. Setelah itu, semuanya lancar kembali.
Tiba di Danau Dariza Resort Hotel menjelang pukul 3 sore. Cuaca tidak begitu bersahabat. Namun meskipun mendung,hawa dingin yang kami perkirakan ternyata tidak terasa. Awalnya kami menduga di kawasan tersebut dingiiiiin sekaliii....
Danau Dariza Resort Hotel, Cipanas Garut
Karikatur ku...
Trims ya Eva, Assy, Sari, dan Denok...^^
Karikatur ini diberikan kepada ku saat acara perpisahan antara diriku dengan teman-teman kerja Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada bulan Oktober 2010 lalu.
Setelah dua tahun bertugas di almamaterku, dengan berbagai suka dan duka, akhirnya aku pindah tugas ke Pusdiklat Pajak di bilangan Slipi, Jakarta Barat.
"Beban berat itu akhirnya lepas juga", begitu gumamku lega sesaat setelah kutahu kalau aku termasuk yang akan dipindahtugaskan. Bagi sebagian orang, tugas sebagai Kepala Sekretariat mungkin menguntungkan sekaligus prestisius. Namun bagiku hal tersebut tidak tepat sama sekali. Dua tahun bertugas di posisi tersebut, lebih banyak duka yang kuperoleh daripada suka. Tidak sedikit orang mencibir dengan apa yang telah kulakukan dengan sekuat tenaga. Lingkungan kampus yang awalnya terkesan kumuh mampu kuubah bersama teman-teman menjadi kampus yang lumayan untuk dipandang.
Dibalik kesuksesan tersebut, tersembunyi rasa geram yang mendalam. Semua upaya terbaik yang telah kuberikan berbuah pemberian sanksi kedisiplinan atas apa yang kualami saat bertugas di Balai Diklat Yogyakarta dan kelalaian administrasi oleh staf ku atas kegiatan di akhir tahun 2008. Selain itu, selama bertugas di STAN, tidak jarang aku harus bersitegang dengan para auditor, baik itu yang berasal dari Inspektorat Jenderal Kementerian Keuangan maupun dari Badan Pemeriksa Keuangan BPK). Huh...capeeek rasanya. Kerja keras luar biasa tetapi berbuntut selalu saja disalahkan oleh para auditor tersebut.
Meskipun beberapa tahun lalu aku memberikan materi pelatihan kepada pegawai Pemda Cirebon tentang bagaimana kiat menghadapi auditor hehehe