Wednesday, January 01, 2014

Akhirnya kutemukan juga desa sentra batik ini....

Setelah nyasar beberapa kali dan bertanya juga beberapa kali pada orang yang kutemui di jalan, akhirnya aku (dengan ditemani oleh keluargaku) bisa mencapai desa di kaki gunung lawu ini. Sebuah desa yang dikenal sebagai sentra batik di daerah Magetan.
Kemarin aku juga mencari desa ini. Hanya saja kemarin aku lebih mengandalkan papan petunjuk yang kuharap ada di sepanjang jalan raya maospati-magetan. Sayang! Tak ada papan petunjuk sama sekali di sepanjang jalan tersebut terkait keberadaan desa sentra batik! Sungguh mengherankan!

Yup mengherankan bagiku. Karena kabarnya desa sidomukti adalah desa yang memopulerkan motif batik khas kota Magetan, yaitu batik pring sedapur (bahasa Indonesia: serumpun bambu).
Bahkan kabarnya, motif ini didukung oleh pemda setempat dan sekitarnya.
Aku sendiri mengenal motif batik ini dan desa pengrajinnya dari peserta lomba karya ilmiah yang diselenggarakan oleh sebuah perguruan tinggi di bilangan bintaro, tangerang selatan. Kebetulan saat itu aku menjadi salah satu panelisnya. Dari beberapa peserta lomba, ada satu peserta yang berasal dari Magetan. Dan mereka mengenalkan produk khas kota mereka yaitu kerajinan kulit dan batik! Dari sanalah aku mengetahui bahwa kota Magetan memiliki motif khas untuk batik.
Sejak itu aku berniat bila suatu ketika berlibur ke kampung halaman leluhurku, aku akan mencari desa pembatik ini.

Akhir tahun ini (2013) aku dan keluarga pulkam alias pulang kampung. Liburan kali ini adalah pengganti liburan lebaran kemarin. Selama liburan lebaran kemarin kami tidak pergi ke mana-mana selain mengunjungi sanak saudara di daerah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Selebihnya, kami lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Tentu saja aku diprotes oleh anak-anakku. Aku katakan bahwa tugas di kantor tidak bisa kutinggalkan karena banyak sekali pekerjaan yang urgent. Selain itu, rasa malas luar biasa muncul tatkala terbayang betapa arus mudik lebaran sungguh luar biasa macetnya...!

Kami tiba di kampung halaman pada hari kamis minggu lalu (26 Desember 2013). Perjalanan kali ini kami tidak menginap di suatu kota (biasanya kami menginap di Cirebon atau kota lain untuk mengurangi kepenatan selama perjalanan). Meski lelah, kupaksakan untuk bisa mencapai kampung halaman tanpa harus menginap. Istirahat hanya kami lakukan saat waktu makan tiba. Juga saat harus mengisi solar ataupun salah seorang di antara kami harus ke toilet. Perjalanan kali ini kami tempuh cukup lama. Kurang lebih 23 jam! Berangkat jam 9 pagi dan tiba sekitar jam 8 keesokkan harinya.
Normalnya, perjalanan dari Jakarta sampai dengan Madiun/Magetan adalah sekitar 12-14 jam saja. Penyebab keterlambatan kami adalah: kami cukup lama beristirahat di kota Cirebon untuk belanja dan makan malam dan juga ada kemacetan panjang di kota Tegal.

Liburan kali ini kami isi dengan kegiatan yang menyenangkan. Jalan-jalan, makan, tidur, dan berkunjung ke sanak famili serta berziarah ke makam keluarga. Waktu yang ada kugunakan untuk benar-benar me-refresh diri. Nah. Mengunjungi desa sentra batik adalah salah satunya!

Ada rasa kecewa saat tiba di desa Sidomukti Kecamatan Plaosan Kota Magetan ini. Ekspektasiku mungkin terlalu tinggi. Aku membayangkan sebuah desa yang sebagian besar warganya melakukan aktivitas membatik. Nyatanya? Kegiatan membatik hanya dilakukan di balai desa saja. Melihat kenyataan ini, rasanya terlalu berlebihan menurutku bila desa ini disebut sebagai desa sentra batik.

Di balai desa tersebut hanya ada sebuah etalase berukuran kecil yang berisi display kain batik yang mereka buat. Tidak ada display lain semisal baju batik atau kaos batik atau hal-hal lain yang berbau batik.
Di bagian belakang balai desa terdapat ruangan-ruangan yang digunakan untuk mengolah dan membuat kain batik.

Kami membeli beberapa kain yang ada dengan motif berbeda. Harga yang ditawarkan menurutku cukup standar untuk sebuah kain batik tulis.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, October 24, 2013

Memindahkan daftar kontak dari hape Nokia ke hape Android

Huff.............lelah juga mengutak-atik bagaimana caranya memindahkan daftar kontak yang ada di hape nokia ke hape bersistem Android. Maklum daftar kontak yang ada di hape nokia lebih dari seribu! huks! Kalo mindahin satu per satu alamat sebulan tuch baru kelar!

Makanya beberapa hari ini saya sercing di google tentang hal tersebut: bagaimana memindahkan kontak dari nokia ke android!
Beberapa link situs saya buka, baca, dan saya coba. Ternyata nggak ada yang memuaskan! Mau yang pake software ataupun yang "manual" semuanya sama-sama ribet.
Tadi pagi, saya malah sempet donlod sebuah aplikasi yang disarankan oleh sebuah situs. Hasilnya? Malah bikin tambah bingung! Maklum, saya nggak melek banget dengan IT malah dibuat pusing dengan cara-cara tersebut.

Ada satu situs yang saya coba ikuti sarannya, yaitu dengan cara mengkopi semua file kontak dari simcard ke SD card. Kemudian data SDcard dibuka di PC. Selanjutnya semua kontak tadi dikopi ke dalam sebuah folder di PC.
Setelah itu, disarankan untuk membuka gmail. Dari gmail, kita bisa meng-impor data kontak tadi ke dalam daftar kontak di gmail.
Hal ini sudah saya lakukan! Sayangnya, mengimpor file tersebut tidak bisa dilakukan sekaligus. Kita harus melakukannya satu per satu! Gubrakkkkk dech!

Tentu saja cara ini nggak efektif. Saya berpikir keras, pasti ada cara lain. Di situs tersebut, disarankan agar menjadikan file berekstensi vcf "menjadi satu file". Tapi, di sana nggak dijelasin maksudnya apa?!

Nah, sore ini akhirnya saya menemukan jawabannya!! Di sebuah situs yang lain, saya barulah menemukan jawabannya, yaitu mengkopi semua file berekstensi vcf tersebut ke sebuah file baru dengan cara mengubahnya di "menu command prompt" alias cmd!

Akhirnya saya coba lakukan hal tersebut dengan "susah payah" karena saya harus mengingat cara penulisan di "cmd" tersebut. Maklum belajar DOS nya dah 20 tahun lebih yang lalu. Meskipun command2 nya sederhana, tapi bagi saya yang dah nggak pernah make command ini yaa lumayan repot dibuatnya. Maksudnya, repot mengingat-ingat command tersebut.
Alhamdulillah, setelah bisa saya kopi ke file baru dan kemudian saya impor melalui akun gmail, semua data terkirim dalam sekejap!!!! Huff...............

Nah, berikut saya berikan langkah-langkah detail yang telah saya lakukan. Maaf nggak sempet mencantumkan screenshot dan sebagainya. Jadi, silakan berimajinasi saja ya hehehe
Ohya, langkah ini untuk daftar kontak yang jumlahnya banyak ya. Misalnya di atas 250 atau bahkan ribuan.

Pertama, buka kontak di hape nokia. Klik options, pilih mark, pilih mark all, klik options, pilih copy, pilih to memory card.
Tunggu sejenak hingga hape selesai memproses. Semakin banyak jumlah kontak, semakin lama prosesnya.

Setelah itu, buka PC atau laptop (terpaksa make media ini). Sambungkan kabel data ke hape dan komputer (PC ataupun laptop). Pilih mass storage, saat hape tersambung dengan komputer.
Selanjutnya buka folder berisi kontak yang ada di hape, lalu pindahkan (copy) ke folder baru di komputer. Oya, file yang dikopi berekstensi vcf.


Nah, dari sini kita akan bekerja di komputer. Kamu bisa melepaskan kabel data yang menghubungkan hape dengan komputer. Jangan lupa keluar dengan "save" ya.... Maksudnya, jangan asal cabut kabel aja.
Setelah itu, buka folder baru tersebut. Hafalkan root-nya. Anda simpam di drive C atau D atau apa? Dan di sub mana? Sebaiknya sich jangan yang susah-susah. Misalnya, kalau anda punya drive D, bikin aja di folder "d:\data" (nggak usah dalem2 subfoldernya).
Kalau sudah, anda buka command prompt alias cmd. Caranya? Klik menu (gambar windows di pojok kiri bawah), klik all programs, klik accessories, klik command prompt.

Setelah itu akan terbuka jendela command prompt. 
Anda ketik (sesuai contoh di atas): d:\data>copy *.vcf urgen.vcf
Perintah ini dimaksudkan mengkopi semua file berekstensi vcf di folder d:\data ke sebuah file baru bernama "urgen.vcf"
Ingat, nama folder dan lokasi tergantung dimana anda menyimpan file vcf tersebut.


Langkah selanjutnya, buka koneksi internet. Trus, buka akun gmail kamu. 
Kalo belum punya, bikin dulu ya. Kenapa gmail? Konon kabarnya android "sinkron" dengan google! Silakan tanya sama yang jago IT dech!

Setelah masuk ke akun gmail milik kita, klik "GMAIL" di kiri atas. Kemudian klik contacts.
Setelah itu, klik more, klik import. Klik, browse.
Kemudian anda cari file "urgen.vcf" di folder yang sudah anda tetapkan sebelumnya.
Klik file tersebut dan klik import!
Hulaaaaa...............semua data kontak anda akan tertampilkan di gmail contact!

Nah, setelah itu anda tinggal membuka akun gmail tersebut dari hape android! Otomatis anda tinggal mensinkronkan data tersebut saja!!



salam,





Monday, October 14, 2013

Naik Kereta Api...tut...tut...tut...

Dah lama sekali aku tidak pernah bepergian dengan kereta api. Kabar beredar yang selama ini kudengar, layanan kereta api sudah semakin baik. Dan, nyatanya memang tidak seratus persen keliru!
Perjalanan berkereta api aku mulai dari stasiun Pondok Ranji di bilangan Bintaro Tangerang Selatan. Dengan bersepeda motor, hanya sekitar 15 menit waktu tempuh yang dibutuhkan menuju stasiun tersebut dari rumahku. Seperti biasa, istriku selalu setia dan penuh semangat mengantar diriku.

Suasana pelataran dan stasiun kecil tersebut nampak apik dan rapi. Bila pun ada pemandangan yang mengganggu keapikan tersebut, maka itu adalah kerumunan para tukang ojeg yang menunggu penumpang.
Selama ini aku hanya mengantar atau menjemput bapak-ibu mertua ku. Kini aku sendiri yang berada dan merasakan suasana stasiun kecil tersebut.
Loket nampak rapi dan bersih. Layanan petugas loketpun penuh simpatik.
Kusodorkan selembar uang sepuluh ribu rupiah sembari mengatakan, "Tanah Abang". Dalam hitungan detik, aku diberikan sebuah kartu plastik seukuran kartu kredit atau kartu debit berwarna putih dan uang kembalian tiga ribu rupiah serta secarik kertas kecil berupa struk pembelian. Di sana tertera harga tiket yang hanya 2.000 rupiah dan uang jaminan kartu 5.000 rupiah. Uang jaminan ini bisa diambil di loket tujuan dalam waktu maksimal 7 hari.
Dan aku memutuskan untuk tidak mengklaim. Toh 7.000 rupiah sudah sangat murah bagiku untuk menuju stasiun Tanah Abang. Dibandingkan dengan naik taksi dari bintaro, pastilah biayanya tak kurang dari seratus ribu rupiah!

Aku segera menuju pintu masuk yang dijaga petugas jaga. Terdapat mesin kartu dengan petunjuk bertulisan "Tap kartu di sini" yang maksudnya penumpang agar meletakkan kartu pada tempat tersebut. Setelah lampu penunjuk berubah warna dari merah ke hijau, kita bisa mendorong besi penahan pintu tersebut. Kulirik jam tanganku. Waktu menunjukkan pukul 18.25.

Tak sampai 5 menit, kereta commuterline pun tiba. Sesampainya di dalam, hembusan udara dingin dari penyejuk ruang langsung terasa. Gerbong pun tampak bersih. Di bagian atas ujung gerbong tertempel tulisan "INKA". Ini artinya gerbong tersebut adalah buatan PT Industri Kereta Api di Madiun. Waooow....gumamku!

Perjalanan menuju stasiun Tanah Abang tidak lebih dari 25 menit. Perjalanan yang sangat singat, mengingat bila kita melaluinya dengan berkendaraan roda dua ataupun roda empat, dipastikan butuh waktu setidaknya 1 jam!

Dari stasiun ini, kulanjutkan perjalanan dengan menumpang ojeg yang riuh menanti penumpang di pintu keluar stasiun. Tujuanku adalah stasiun Gambir. Hanya 5 menit motor yang kutumpangi meliuk-liuk di jalan raya yang saat itu nampak lengang untuk menuju Gambir.

Di stasiun ini aku janjian dengan sahabatku yang memiliki usaha rintisan di Purbalingga. Kami memang tidak langsung ke kota tersebut malam ini. Dari Gambir kami akan singgah terlebih dulu di kota Cirebon. Dari sana kami dijemput oleh sahabat kami lainnya yang akan membawa kami menginap di Kuningan.

Karena sahabatku belum berada di sekitar stasiun Gambir, aku pun menuju sebuah toko makanan untuk memesan kue dan kopi agar bisa menumpang rileks di sana dengan nyaman.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, October 09, 2013

Seminar dan Pengukuhan PIA 2013

Trims to PPA&K (Pusat Pengembangan Akuntansi dan Keuangan) yang telah mengundang saya di acara pengukuhan Profesional Internal Audit (PIA). PPA&K adalah PPA STAN sebelum era reformasi birokrasi Kementerian Keuangan.

Tahun ini aku berkesempatan untuk mendapat pengukuhan PIA secara gratis dari lembaga tersebut. Hal ini sebagai "hadiah" jerih payahku mendedikasikan diri bertahun-tahun sebagai pengajar atau fasilitator di lembaga tersebut. Kebetulan, awal tahun ini, aku dan bersama 2 orang fasilitator lain terpilih sebagai fasilitator terbaik tahun 2012. Dan sebagai hadiahnya, kami diikutsertakan dalam pengukuhan tanpa biaya.

Bila menggunakan jalur reguler, untuk dapat dikukuhkan tentu saja tidak mudah. Butuh effort dan biaya. Mereka harus mengikuti 5 jenis pelatihan wajib yang diselenggarakan oleh PPA&K.

Penyelengaraan tahun dilakukan di hotel Royal Ambarukmo Jogjakarta yang dikemas pula dalam bentuk Seminar Nasional.
Jauh-jauh hari aku sudah mengajukan cuti ke tempatku bertugas agar bisa menghadiri acara ini.

(Jogja, 9 Oktober 2013)

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, September 09, 2013

Tangkuban Perahu 2013

Setelah bulan lalu gagal mencapai Lembang, Bandung akibat kemacetan luar biasa di daerah Subang, akhirnya hari Minggu kemarin (8 September 2013) kami sekeluarga bisa menikmati sejuk dan indahnya tempat wisata Gunung Tangkuban Perahu.
Saat kami tinggal di Cimahi, kami cukup sering berkunjung ke tempat ini. Saat itu anak kami tertua masih duduk di bangku TK sedangkan adiknya (anak kedua kami) belum genap berumur dua tahun. Tidak hanya bersama keluarga aku mengunjungi tempat ini. Aku dan teman sekantor bahkan pernah ke tempat wisata ini bersama mahasiswa Prodip I Keuangan Balai Cimahi untuk melakukan acara perpisahan.
Setelah kami tidak lagi tinggal di Cimahi karena perpindahan tugas kantor, kami tidak pernah lagi berkunjung bersama-sama ke tempat ini. Dan Alhamdulillah, setelah sekian tahun kemudian dan bahkan si bungsu pun sudah mulai beranjak besar, akhirnya kami berkesempatan mengunjunginya lagi.






Kegembiraan sangat terpancar di wajah anak-anakku. Maklum, mereka hanya mengetahui tempat ini dari informasi-informasi yang mereka terima dan dari foto-foto masa lalu yang tersimpan dengan baik oleh kami. Saat itu tentu saja mereka belum mengerti apa-apa tentang wisata.
Rencana berwisata bersama memang sudah lama kami rencanakan. Sayang, mencari waktu yang pas sangatlah tidak mudah bagi kami, khususnya bagi diriku. Maklum, setiap hari Sabtu dan Minggu, aku lebih banyak menggunakan waktu untuk berolah raga tenis lapangan dan mengistirahatkan tubuh untuk menghilangkan penat akibat bekerja.

Hanya sekitar 2 jam saja kami berada di sana. Waktu paling lama kami gunakan untuk sekedar beristirahat di sebuah warung makan yang ada di tempat wisata tersebut. Pilihan menu sangat terbatas. Kami pun hanya sekedar berbasa-basi membeli beberapa jenis makanan untuk sekedar bisa menumpang beristirahat sekaligus menikmati puncak gunung yang saat itu diselimuti kabut tebal.

Dari Tangkuban Perahu kami meneruskan perjalanan ke area wisata belanja: Cihampelas. Tempat ini sangat terkenal di kota Bandung. Meskipun hanya berupa jalan raya yang tidak terlalu lebar yang di kanan-kirinya berjejer berbagai toko pakaian, tempat ini sangat fenomenal. Memang Cihampelas tidaklah seramai dahulu. Pangsa pasar mereka mulai tergerus oleh banyaknya toko-toko pakaian (biasa disebut dengan Factory Outlet atau FO) yang tumbuh subur bak jamur di kota Kembang ini.
Aku masih ingat, betapa dahulu setiap ada kunjungan rekan kerja dari manapun di luar Bandung, Cihampelas adalah salah satu destinasi yang sangat ingin mereka kunjungi. Di masa lalu Cihampelas sangat terkenal dengan produk-produk jeans murah.
Dengan semakin bertebarannya FO-FO di kota Bandung, pengunjung yang datang ke kota ini semakin mempunyai banyak pilihan tempat berwisata belanja. Ada baiknya juga sich. Bayangkan saja bila wisata jeans ini hanya ada di Cihampelas! Aku yakin jalan ini pastilah tidak akan bisa dilalui kendaraan bermotor karena banyaknya orang yang berlalu-lalang berbelanja.

Dari Cihampelas, kami melanjutkan belanja ke Jalan RE Martadinata. Kali ini yang kuincar adalah toko barang bekas "Old and New". Meski disebut toko barang bekas, sesuai "nama" tokonya, toko ini juga menyediakan barang-barang baru. Hanya saja, sebagian besar barang-barang yang tersedia adalah barang bekas. Bahkan tidak sedikit adalah barang-barang kuno!
Aku pikir, untuk orang-orang yang hobi mengoleksi benda-benda kuno, maka toko ini bisa dijadikan destinasi untuk mencari barang-barang yang diinginkan!